Ini Resiko Memiliki Payudara Extra Seksi

Ini Resiko Memiliki Payudara Extra Seksi – Beberapa perempuan mendambakan memiliki payudara berukuran ekstra besar demi meningkatkan kepercayaan diri. Tapi jangan keliru, memiliki payudara berukuran ekstra justru bisa menimbulkan masalah.

Ada beberapa pihak yang mengaitkan hubungan antara ukuran dada yang terlalu besar dengan keluhan kesehatan. Hal ini terutama terjadi pada para perempuan yang salah memakai bra, tapi tidak sesuai dengan ukuran payudara sebenarnya.

ilustrasi payudara

Ukuran payudara yang dianggap ekstra besar adalah yang memiliki bobot hingga lebih dari setengah kilo per payudara menurut skala Shnur. Payudara yang demikian besar dikenal sebagai makromastia. Sementara itu, ukuran payudara yang lebih besar dari makromastia dalam dunia medis biasa dikenal sebagai gigantomastia. Payudara yang mengalami gigantomastia mengalami penambahan hingga 1 kg lebih per payudara.

Pembesaran payudara biasanya terjadi saat masa puber, setelah melahirkan, seiring naiknya berat badan, dan saat menopause. Untuk ukuran yang ekstra besar biasa disebabkan oleh pertumbuhan lemak adiposa yang lebih banyak daripada kelenjar susu. Kondisi lain yang bisa menyebabkan makromastia adalah genetik, pascamasektomi, dan pascalumpektomi asimetri.

Beberapa Masalah Kesehatan Terkait Payudara
Masalah-masalah kesehatan di bawah ini sering dikaitkan dengan ukuran payudara yang terlalu besar.

Nyeri punggung dan leher
Ukuran payudara yang terlalu besar menjadikan dada menanggung beban yang lebih berat pula. Jika hal ini tidak ditopang dengan baik oleh otot-otot di sekitarnya, maka beberapa gangguan kesehatan mungkin timbul, seperti nyeri punggung parah, deformasi tulang belakang, dan susah mempertahankan postur tubuh yang baik. Selain itu, nyeri leher juga bisa terjadi.

Para pemilik payudara berukuran besar juga sering merasa tidak percaya diri. Mereka sering menyembunyikan dadanya dengan membungkuk ke depan. Hal ini mungkin sekali akan memperburuk rasa nyeri punggung yang sudah ada sebelumnya. Selain nyeri punggung, pemilik payudara besar juga sering terkendala dengan tali bra dan merasa tidak nyaman saat beraktivitas karena gerakannya menjadi terbatas.

Kondisi medis lain
Selain itu, ukuran payudara yang terlalu besar juga dikaitkan dengan mati rasa di jari-jari tangan dan nyeri di dinding dada. Para perempuan dengan ukuran payudara ekstra sering mengalami sesak napas.

Gangguan kesehatan lain yang bisa muncul akibat ukuran payudara berlebih adalah sakit kepala dan migrain. Perempuan dengan payudara ekstra juga bisa mengalami gangguan tidur, sleep apnea, ruam di bawah payudara atau di antara payudara dan di bawah jalur tali bra. Gangguan lain yang bisa muncul adalah sulitnya seorang perempuan berpayudara ekstra besar dalam melakukan aktivitas fisik.

Meski para dokter tidak yakin bahwa keluhan kesehatan tersebut terkait dengan ukuran payudara yang terlalu besar, namun ada hal yang patut dijadikan pertimbangan. Perubahan struktur mungkin saja terjadi karena adanya beban berlebihan di dada seseorang. Usia perempuan yang bertambah dengan beban berat akibat payudara berukuran ekstra berisiko menekan tulang rusuk, tulang belikat, dan saraf di daerah dada.

Kanker payudara
Beberapa pihak menuding bahwa ukuran payudara yang terlalu besar lebih berisiko terkena kanker payudara. Sebagaimana hal ini terdengar tidak terlalu meyakinkan, anggapan tersebut juga masih belum bisa dipastikan kebenarannya.

Sebuah studi memang menyebutkan bahwa ada variasi genetik yang terkait dengan ukuran payudara. Ada pula variasi genetik yang terkait dengan kanker payudara. Namun penelitian tersebut tidak menunjukkan adanya kaitan antara ukuran payudara ekstra dengan risiko terkena kanker. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk hal tersebut. Karena sejatinya kanker payudara merupakan kondisi yang rumit dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor-faktor yang mengaitkan seseorang dengan risiko terkena kanker payudara adalah usia, etnis, tingkat estrogen, dan adanya riwayat kanker payudara di keluarga. Selain itu, faktor lain seperti riwayat menyusui, berat badan, faktor gaya hidup, dan menopause turut dapat memberi dampak.

Yang pasti, payudara yang terlalu besar bisa menyulitkan pemiliknya saat berusaha mendeteksi benjolan atau tumor. Hal ini terjadi karena payudara yang besar memiliki lebih banyak jaringan. Banyaknya jaringan yang ada inilah yang kian menyulitkan pemilik payudara untuk melakukan deteksi dini.

Bagi pemilik payudara berukuran besar, penting sekali untuk mengunjungi dokter secara rutin untuk menjalani pemeriksaan payudara secara klinis. Jika pemilik payudara ukuran ekstra telah berusia 40 tahun ke atas, dianjurkan untuk melakukan mammogram.

Mengenai kondisi kesehatan di atas, meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun bisa dijadikan sebagai pertimbangan bagi siapa pun yang berniat memperbesar payudara terutama untuk ukuran ekstra. Meski prosedur implan payudara dianggap aman, namun membuat payudara berukuran ekstra mungkin dapat memberikan dampak bagi pelakunya, seperti tidak nyaman saat di tempat tidur atau saat bepergian.

Sementara itu, jika ukuran payudara yang ekstra besar sudah mengganggu, maka tidak ada salahnya untuk menguranginya melalui operasi plastik.

Ini Resiko Memiliki Payudara Extra Seksi | admin | 4.5